Selasa, 20 Juli 2010

ISIM ISYAROH

adalah kata yang digunakan untuk menunjuk suatu benda. Dalam bahasa Indonesia yang disebut kata tunjuk adalah ‘ini’, dan ‘itu’. Seperti halnya kata tunjuk dalam bahasa Indonesia, اسم الإشارة juga terbagi kepada kata penunjuk dekat (لِلْقَرِيْب lil-qori:b) dan kata penunjuk jauh (للبَعِـيْد lil-ba’i:d ).

Perhatikan contoh berikut ini!
(1) هَذَا وَلَدٌ ‘Ini seorang anak laki-laki’ ( للقريب )
(2) ذَلِكَ بَيْتٌ ‘Itu sebuah rumah’ ( للبعيد )
Selain melihat jauh dekatnya benda yang akan ditunjuk, اسم الإشارة juga melihat jenis kelamin benda yang akan ditunjuknya. Masing-masing اسم مذكر dan اسم مؤنث akan ditunjuk dengan اسم الإشارة khusus.
Perhatikan contoh berikut ini!
(3) هَذَا رَجُلٌ ‘Ini seorang laki-laki’
(4) هَذِهِ اِمْرَأَةٌ ‘Ini seorang perempuan’
(5) ذلك مُسْلِمٌ ‘Itu seorang muslim (lk)’
(6) تِلْكَ مُسْلِمَةٌ ‘Itu seorang muslim (pr)’

Pada kalimat (3) dan (4) kata tunjuk yang digunakan adalah ‘kata tunjuk dekat’ (للقريب), akan tetapi kedua اسم yang ditunjuk berbeda jenis. Pada kalimat (3) berjenis مذكر , dan pada kalimat (4) berjenis مؤنث . Untuk اسم مذكر kata tunjuk yang dipakai adalah هذا dan untuk اسم مؤنث adalah هذه. Begitu pula dengan kalimat (5) dan (6) kedua kata tunjuk yang digunakan adalah ‘kata tunjuk jauh’ (للبعيد ). Akan tetapi kedua jenis اسم yang ditunjuk berbeda jenis. Pada kalimat (5) berjenis مذكر dan pada kalimat (6) berjenis مؤنث. Untuk اسم مذكر kata tunjuk jauh yang digunakan adalah ذلك Sedangkan untuk اسم مؤنث digunakan تلك.

Selain melihat jenis, اسم الإشارة juga melihat bilangan benda yang akan ditunjuknya (مفرد , مثنى dan جمع).
Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel 4.1 berikut ini!
Tabel 4.1 : اسم الإشارة للقريب (kata tunjuk dekat)
جنس عدد اسم الإشارة Contoh Arti
مذكر مفرد هذا هَذَا مُسْلِمٌ ‘Ini seorang Islam (lk)’
مثنى هَذَانِ هَذَانِ مُسْلِمَانِ ‘Ini dua orang Islam (lk)’
جمع هَـؤُلاَءِ هَؤُلاَءِ مُسْلِمُوْنَ ‘Ini orang-orang Islam (lk)’
مؤنث مفرد هَذِهِ هَذِهِ مُسْلِمَةٌ ‘Ini seorang Islam (pr)’
مثنى هَاتَانِ هَاتَانِ مُسْلِمَتَانِ ‘Ini dua orang Islam (pr)’
جمع هَـؤُلاَءِ هَؤُلاَءِ مُسْلِمَاتٌ ‘Ini orang-orang Islam (pr)’
Tabel 4.2 : اسم الإشارة للبعيد (kata tunjuk jauh)
جنس عدد اسم الإشارة Contoh Arti
مذكر مفرد ذَلِكَ ذَلِكَ وَلَدٌ ‘Itu seorang anak (lk)’
مثنى ذَانِكَ ذَانك ولدَانِ ‘Itu dua orang anak (lk)’
جمع أُولَـئِكَ أولـئك أَوْلاَدٌ ‘Itu anak-anak (lk)’
مؤنث مفرد تِلْكَ تلك بِنْتٌ ‘Itu seorang anak (pr)’
مثنى تَانِكَ تانك بِنـْتَانِ ‘Itu dua orang anak(pr)’
جمع أُولَـئِكَ أولئك بَـنَات ‘Itu anak-anak (pr)’
Dari tabel-tabel di atas jelas terlihat bahwa اسم الإشارة sangat memperhatikan keadaan اسم yang akan ditunjuknya, baik jenis maupun bilangan. Akan tetapi coba perhatikan tabel 4.3 berikut ini!
tabel 4.3 : اسم الإشارة untuk benda mati
جنس عدد اسم الإشارة Contoh Arti
مذكر مفرد هَذَا هذا كِـتَابٌ ‘Ini sebuah buku’
مثنى هَذَانِ هذان كِـتَابَان ‘Ini dua buah buku’
جمع هَذِهِ هذه كُـتُـبٌ ‘Ini buku-buku’
مؤنث مفرد تِلكَ تِلْكَ آيـَـةٌ ‘Itu sebuah ayat’
مثنى تَانِكَ تَانِكَ آيـَـتَانِ ‘Itu dua buah ayat’
جمع تِلْكَ تِلْكَ آيــَاتٌ ‘Itu ayat-ayat’
Jika kita perhatikan اسم الإشارة yang dipakai untuk جمع baik مذكر maupun مؤنث, akan terlihat keanehan. اسم الإشارة للقريب yang digunakan bukan هؤلاء , tetapi هَذِهِ (untuk اسم مفرد مؤنث ). Begitu juga dengan اسم الإشارة للبعيد , yang digunakan bukan أولئك melainkan تلك (untuk اسم مفرد مؤنث ). Hal ini terjadi karena اسم yang ditunjuk adalah benda mati (bukan orang) atau dalam istilah tata bahasa Arab disebut dengan غَيْرالعَاقِل ‘tidak berakal’. Kata benda ini apabila dalam kondisi جمع, maka dianggap sebagai مفرد مؤنث ‘tunggal perempuan’, sehingga wajar kata tunjuk yang digunakan padanya adalah untuk مفرد مؤنث , apakah itu هذه ‘ini’ (للقريب ), maupun تلك ‘itu’ ( للبعيد ).
Selanjutnya perhatikan contoh berikut ini!
Tabel 4.4 : Penggunaan اسم الإشارة
No. Bahasa Arab Bahasa Indonesia
Subjek Predikat Predikat Subjek
1 هَذَا رِزْقٌ rezki’ ‘Ini
2 هذا الرِّزْقُ مِنَ اللهِ dari Allah’ ‘Rezki ini
3 هذه اِمْـرَأَة seorang perempuan ‘Ini
4 هذه الاِمرأة أُمُ مُوسَى ibu Musa’ ‘Perempuan ini
5 مَنْ ذَلِكَ الرَّجُل ؟ lelaki itu?’ ‘Siapa
Pada tabel di atas, kalimat (1) dan (3) اسم الإشارة menunjuk kepada benda النكرة Sedangkan pada kalimat (2), (4) dan (5) menunjuk kepada benda المعرفة . Kedua susunan ini mempunyai makna yang berbeda. Susunan اسم الإشارة dan اسم النكرة mengacu kepada sebuah kalimat sempurna, dimana اسم الإشارة berfungsi sebagai subjek dan اسم النكرة sebagai predikatnya. Susunan هذا رزق ‘Ini rezki’ sudah merupakan sebuah kalimat sempurna, dimana هذا berfungsi sebagai subjek dan رزق sebagai predikat.
Sedangkan susunan اسم الإشارة dan اسم المعرفة belum membentuk sebuah kalimat, tapi baru sebuah kelompok kata (frase). Susunan هذا الرزق ‘Rezki ini’ belum merupakan sebuah kalimat, tapi baru berupa frase. Untuk menyempurnakannya menjadi sebuah kalimat diperlukan kata lain, seperti من الله ‘dari Allah’ sebagai predikat, sehingga menjadi هذا الرزق من الله ‘Rezki ini dari Allah.’
Apabila kita ingin menunjuk kepada benda المعرفة yang berfungsi sebagai predikat (susunan kalimat sempurna), seperti الكتاب dengan ذلك maka diantara kedua kata itu harus disisipkan kata ganti orang (untuk lebih jelas akan dibicarakan kemudian), yaitu هُوَ sehingga kalimat yang terbentuk adalah هذا هو الكتاب ‘Ini dia bukunya’ (kata ‘nya’ penanda المعرفة dalam bahasa Indonesia).
Sebagai bahan perbadingan, bacalah kalimat-kalimat berikut ini!
(7) تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ ‘Itu adalah ayat-ayat kitab.’
(8) تلك اْلأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ ‘Contoh-contoh itu kami berikan kepada manusia’.
(9) ذَلِكَ الكِتَابُ هُدًى لِلْمُتَّقين ’Kitab itu adalah petunjuk bagi muttaqin’.
Selain itu Al-Quran sering menggunakan اسم الإشارة tanpa diikuti kata yang ditunjuknya (dibuang). Dalam kasus ini اسم الإشارة itu diterjemahkan dengan ‘dia ini’ untuk هذا / هذه , ‘dia itu’ untuk ذلك / تلك, ‘mereka ini’ untuk هؤلاء atau ‘mereka itu’ untuk أولئك . Perhatikan contoh berikut ini!
(10) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ
‘Mereka itu berada dalam petunjuk Tuhan mereka’
(11) أولئك لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
‘Mereka itu akan mendapat siksaan yang menyakitkan.’
(12) رَبَّنَا هَؤُلاَءِ أَضَلُّوناَ
‘Ya Tuhan kami, Mereka ini telah menyesat-kan kami.’
(13) هؤلاء قَوْمُنَا
‘Mereka ini kaum kami.’
(14) هذا عَدُوٌّ لَكَ
‘Dia ini musuhmu.’
Untuk mengetahui kata yang ditunjuk pada contoh-contoh di atas, kita harus melihat konteks yang sedang dibicarakan, dan untuk itu kita harus melihat ke ayat-ayat sebelumnya. Pada contoh no (10). kata yang dibuang adalah kata اَلْمُؤْمِنُوْنَ , karena jika konteks ayat tersebut adalah Allah sedang menjelaskan sifat-sifat orang-orang beriman (lihat al-Baqarah 1-5), sehingga kalimat aslinya adalah
أُوْلَـئِكَ اْلـمُؤْمِنُوْنَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ
Sedangkan bentuk asli dari contoh-contoh di atas adalah:
(11 asli) أُولئك الكافرون لهم عذاب أليم
(12 asli) ربنا، هؤلاء الأَوْلِيَاءُ أضلنا
(13 asli) هؤلاء القوم قومنا
(14 asli) هذا الشَّيْطَانُ عدو لك.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar