Kamis, 11 Oktober 2012

Internalisasi Multikultural dalam Wilayah Pendidikan di Indonesia

Multikultural di Indonesia merupakan anugerah/warisn bangsa yang amat berharga dan agar dilestarikan.Kenyataan multikultural merupakan anugerah dan juga merupakan sebuah kondisi yang menuntut suatu bangsa dapat terus eksis dan bersinergi dengan keberagaman yang dimili. Postulat dalam hal ini adalah bahwa setiap negara di dunia ini memilki multi-kultur.Multikultur dapat difahami sebagai keberagaman etnis, ras, agama dan lain-lain. Banyak konflik yang terjadi di banyak negara yang dipicu oleh perbedaan-perbedaan yang ada di masyarakat suatu bangsa. sehingga internalisasi multikultural menjadi urhen di setiap negara. internalisasi multikultural bukan difahami sebagai pengguliran mata pelajaran atau materi tentang multikultural, tetapi lebih diarahkan ke ranah filosofis yang meretas ke dalam pendekatan pembelajaran. Maslikhah dalam bukunya Quo Vadis Pendidikan Multikultural memberikan paparan esensi pendidikan multikultural; Konsep-konsep tersebut sebagai berikut: A. Multikultural dipandang sebagai Politic of Recognition; membangun kesadaran akan keberagaman budaya, tradisi atau kebiasaan-kebiasaan yang terpelihara. Pengakuan dan penerimaan terhadap kondisi tersebut merupakan politic of recognition yang harus dijunjung tinggi. B. Multikultural dalam Etnic and Cultural Groups; bersinergi dalam keberagaman saling menyatu dan melakukan budaya masing-masing yang dijunjung tinggi eksistensinya dalam bermasyarakat. C. Masyarakat dalam Metaphors of Mixed Culture; merupakan kebudayaan campuran dengan konsep melting pot (tetap memelihara keunikan budaya), tributaries (membangun suatu budaya dengan sumber budaya-budaya kecil yang berbeda-beda), tapestry (corak kehidupan dipandang sebagai bentangan yang dekoratif). D. Multikulturalisme dalam Karakteristik Sosial; proses interaksi diawali dengan kontak sosial yang dilanjutkan dengan proses-proses associative maupun dissociative (oposional), cooperation yang dilanjutkan ke accommodation, assimilation dan acculturation. E. Hipermultikulturalisme sebagai pandangan baru; tetap mempertahankan kultur dalam percampuran dengan kultur lainnya. Deangan kata lain, mempertahankan kultur dirinya juga menerima keberadaan kultur lain di luar dirinya. Kesadaran akan multikultural dalam kehidupan selayaknya ditanamkan kepda peserta didik di setiap tingkat pendidikan dengan harapan tumbuhnya sikap-sikap pengakuan terhadap multikultur dengan eksistensi yang setara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar